Kontroversi Binomo, Model Palsu hingga Judi Online

Penulis : JT Tanggal : 06-May-2022

Berbicara soal Binomo maka tidak asing lagi dengan namanya Indra kenz. Dulu merupakan suatu situs aplikasi yang legal tetapi kini sistem kerjanya sudah dibongkar total. Seperti halnya Indra Kenz, banyak affiliator yang juga diberikan tugas untuk mengelabui calon membernya.

Beberapa Tahun yang lalu, Binomo sempat heboh dan viral karena disebut bisa memberikan manfaat bagi para anggota membernya. Ditahun 2019 terdapat iklan yang menampilkan seorang pria berumur 20an yang sukses diusia muda karena berdagang di Binomo Judi Online yang bernama Budi Setiawan.

Video tersebut sangat viral dan bahkan banyak yang telah memparodikan video tersebut. “Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa dapatkan US$1000 sehari tanpa tinggalkan rumah dan anda adalah salah satunya.” kata Budi didalam video tersebut.

Kata-kata tersebut menjadi viral dan diparodikan oleh banyak orang dimedia sosial. Namun akhir akhir ini telah terungkap, Bahwa pria tersebut bukanlah bernama Budi melainkan bernama Joshua Putra. Dan tidak seperti yang diiklankan, Dia bukanlah seorang trader. Dia adalah seorang drummer yang ditawarkan menjadi model iklan oleh Binomo.

Joshua Putra Mengaku pada saat itu dia sedang membutuhkan uang sehingga berani menerima tawaran iklan tersebut. Dia juga mengaku belum pernah mendengar perusahaan tersebut ketika ditawarkan menjadi model iklan. Dan dia juga tidak tau mengenai Aplikasi Binomo tersebut.

Satgas Waspada Investigasi (SWI) juga menyatakan Binomo melanggar peraturan perundang-undangan. Kepala SWI Tongam L Tobing mengatakan apa yang dilakukan para affiliator tersebut adalah tergolong penipuan, karena kegiatan yang dilakukan sangat merugikan masyarakat.

Iklan: Sekilas info!! Bagi anda yang ingin bermain dan mendapatkan uang nyata dengan lebih mudah dan cepat maka anda bisa bermain game online penghasil uang di waktunyaslothoki.com

Ketika Ditelusuri lebih lanjut Binomo Memiliki sistem kerja yang mirip dengan perjudian karena pengguna harus menebak arah pergerakan trading. Bagi para affiliator pun ketika para pemain yang bermain mengalami kekalahan maka mereka akan mendapatkan keuntungan dari sejumlah uang dari total kekalahan para pemain. Dengan begitu para affiliator pun bisa dianggap sebagai para penipu yang bisa sangat merugikan masyarakat. Semakin besar jumlah kekalahan semakin besar lah untung para affiliator tersebut.